PENTINGNYA ANALISIS INTERNAL,PERUSAHAAN SEBAGAI INSTRUMEN MENCIPTAKAN
PROFIL
Telah diketahui pula bahwa perumusan
strategi hanya akan berlangsung dengan efektif apabila para perumus strategi
dalam perusahaan memahami dengan tepat misi perusahaan tersebut, disertai oleh
penilaian yang akurat dari kondisi lingkungan ekstemal yang "jauh",
lingkungan eksternal yang "dekat" dan perkembangan yang terjadi dalam
industri atau sektor industri tertentu dalam mana perusahaan bergerak. Akan
tetapi pernahaman yang tepat tentang kondisi lingkungan eksternal tersebut
harus dikaitkan dengan suatu analisis yang mendalam tentang situasi internal
yang dihadapi oleh perusahaan yang
bersangkutan. Dalam kaitan ini harus segera ditekankan bahwa orientasi
suatu strategi adalah implementasinya. Dengan kata lain, agar suatu strategi
dapat diimplementasikan dengan efektit tiga hal mutlak perlu mendapat perhatian
:
a. Strategi yang dirumuskan harus
konsisten dengan situasi persaingan yang dihadapi oleh perusahaan.
b.
Strategi harus memperhitungkan secara realistik kemampuan perusahaan
menyediakan berbagai daya, sarana, prasarana dan dana yang diperlukan untuk
mengoperasionalkan strategi tersebut.
c.
Strategi yang telah ditentukan dioperasionalkan secara teliti.
Siapa pun yang sudah pernah terlibat
dalam perumusan suatu strategi pasti mengetahui dan mengakui bahwa melakukan
suatu analisis internal sebagai bagian integral dari keseluruhan upaya
menciptakan profil organisasi bukan tugas yang mudah. Upaya tersebut bahkan
mengandung banyak tantangan yang harus dihadapi. Dikatakan demikian karena
perumusan strategi selalu "diwamai" oleh berbagai hal seperti: (a)
penilaian yang bersifat subjektif, (b) perhitungan-perhitungan yang tidak
selalu dapat dikualifikasikan, (c) kenyataan bahwa bisnis selalu bergerak dalam
kondisi dinamis yang pada dirinya mengandung ketidakpastian, (d) terdapatnya
faktor-faktor yang berada di luar kemampuan organisasi untuk mengendailikannya,
meskipun para perumus strategi selalu saja dapat memanfaatkan analisis yang
objektif, rasional dan sudah baku.
Para pakar menekankan bahwa salah
satu instrumen analisis yang dapat digunakan ialah analisis “SWOT" melalui
mana akan diketahui secara jelas pasti faktor-faktor internal yang menjadi
kekuatan organisasi yan! Dapat mencakup saluran distribusi yang handal, posisi
kas perusahaan, lokasi yang menguntungkan, keunggulan dalam menerapkan
teknologi yang canggih tetapi sekaligus tepat guna dan struktur atau tipe
organisasi yang digunakan.
Analisis "SWOT" yang
dilakukan dengan tepat juga menunjukkan berbagai peluang yang seyogianya
memanfaatkan, terutama dengan mengembangkan faktor-faktor pendukung dan
mengubah poteasi yang dimiliki menjadi kekuatan efektif sehingga perusahaan
memiliki keunggulan kompetitif yang dapat diandalkan. Kemampuan memanfaatkan
peluang mempunyai arti yang sangat penting bagi setiap perusahaan, terutama
dalam situasi persaingan yang tajam.
Memang harus diakui bahwa analisis
internal tidak selalu dapat dilakukan ecara sistematis, karena faktor-faktor
yang telah disinggung di muka. Akan tetapi meskipun demikian, analisi internal
itu diakui secara umum sebagai unsur kritikal dalam perumusan dan penentuan
strategi. Artinya, para perumus strategi jangan hendaknya terpukau oleh
pendekatan yang sifatnya intuitif. Dengan perkataan lain, meskipun faktor
subjektivitas tidak dapat dihilangkan sama sekali, hendaknya akal sehat, daya
kognitif, objektivitas dan instrumen yang inilah serta baku hendaknya lebih
banyak berperan. Dengan demikian perusahaan dapat menentukan secara tepat
langkah-langkah stratejik apa yang akan diambil di masa yang akan datang.
Hal-hal yang telah ditekankan di muka menunjukkan betapa pentingnya penilaian
situasi internal perusahaan yang mendalam dan sistematik dilakukan dalam rangka
perumusan dan penetapan strategi bisnis secara berhasil. Pengalaman banyak
perusahaan-terlepas dari produk yang
dihasilkannya, proses organisasional yang ditempuhnya, besaran organisasinya,
pangsa pasar yang dikuasainya, jenis teknologi yang diberapkannya- mendukung
pendapat tersebut.
Suatu perusahaan didirikan dan dikelola
untuk menghasilkan produk tertentu, baik berupa barang maupun jasa. Telah
dimaklumi bahwa suatu perusahaan memutuskan menghasilkan dan memasarkan produk
tertentu karena berbagai pertimbangan seperti: a. karena perusahaan memiliki
keungguran kompetitif dan atau komparatif sehingga produk yang dihasilkan akan
laku dijual di pasaran dengan harga yang kompetitif meskipun perusahaan pesaing
sudah memproduksikan barang yang sejenis; b. produk yang dihasilkan
diperkirakan akan diminati oleh para pengguna karena diperhitungkan akan
memuaskan sebagian kebutuhan mereka; c. jika di pasarran barang yang sejenis
telah beredar produk perusahaan menjadi altematif pilihan yang menarik bagi
para pengguna.
Berangkat dari ketiga pertimbangan
tersebut terdapat berbagai langkah yang perlu diambil sebagai bagian dari
keseluruhan aktivitas menciptakan profil perusahaan.
a.
Setiap perusahaan pasti berupaya merebut persentase pangsa pasar yang
makin tinggi karena jika hal itu tercapai,
b. Sebenarnya tidak menjadi soal apakah
perusahaan akan berkonsentrasi pada produk unggulan tertentu atau menenpuh
jalan diverifikasi,
c.Untuk itu diperlukan informasi pasar
dan oleh karenanya manajemen harus berupaya untuk menjamin bahwa dalam
perusahaan terdapat kemampuan yang dapat diandalkan untuk mencari dan
memperoleh informasi itu,
d. karena banyak perusahaan yang tidak
memasarkan sendiri produkmya melainkan menggunakan jalur distributor dan agen,
identifikasi dan perilaku distributor dan agen tersebut perlu dilakukan, paling
sedikit yang menyangkut jumlahnya, keandalannya, wilayah operasionalnya dan
sistem pengendalian yang digunakan oleh perusahaan, termasuk pengendalian
jumlah barang yang terjual, setoran oleh distributor dan segi-segi lain yang
menyangkut kemitraan yang didasarkan pada saling mempercayai antara perusahaan
dan mitra kerjanya itu,
e.
kondisi satuan kerja yang menangani masalah-masalah pemasaran dan
penjualan dalam organisasi perlu diketahui dengan jelas,
f. Perusahaan perlu mengambil langkah
dalam bdang promosi sedemikian rupa sehingga langkah tersebut di samping segera
menarik perhatian, akan tetapi juga efisien dan efektif. Efisien dalam arti
tidak menelan biaya yang terlalu besar,
g. Para pengambil keputusan stratejik
diharapkan mampu menentukan strategi yang menyangkut harga jual produk yang
dihasilkan dan hendak dipasarkannya,
h. profil perusaan akan semakin positif
dimata para pelanggannya apabila perusahaan dikenal mempunyai reputasi yang
baik dalam hal pelayanan, bukan hnaya dalam arti pelayanan dalam arti purna
jual, akan tetapi juga dalam hal kemudahan memperoleh kredit dalam pembelian
dan teisedianya suku cadang apabila diperlukan,
i. Dalam dunia bisnis dikenal apa yang disebut
sebagai "loyalitas" pelanggan,
j.
Telah dimaklumi bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi para klien,
Salah satu kendala yang sering dihadapi
oleh banyak perusahaan adalah keterbatasannya mengumpulkan dana yang mutlak
diperlukan dalam mengelola perusahaan tersebur berarti terdapat berbagai faktor
yang harus diperhitungkan dan langkah yang perlu diambil agar kemampuan
pendanaan perusahaan semakh meningkat. Faktor-faktor dan langkah-langkah
tersebut mencakup hal-hal berikut :
a. Kamampuan memupuk modal untuk jangka
pendek.
b.
Kemampuan mencari modal untuk jangka panjang,
c.
Sebelum mengalihkan pandangan kepada mitra penyandang dana yang berada
di luar organlsasi, alangkah baiknya jika para pengambil keputusan kunci dalam
perusahaan terlebih dihulu "berpaling ke dalam,
d.Beban yang harus dipikul sebagai
akibat upaya memperoleh modal tambahan baik untuk kepentingan jangka pendek
maupun jangka panjang harus pula diidentifikasikan,
e. Hal lain yang perlu mendapat
perhatian Para perumus strategi bisnis ialah hubungannya dengan para pemilik
penanam modal dan pemegang saham,
f.
Segi lain yang perlu diidentifikasikan
dalam perumusan strategi yang akan berpengaruh kuat pada profil perusahaan
ialah posisi keuangan perusahaan tersebut,
g.
Struktur modal kerja pun harus ditetapkan dengan jelas,
h.
Produk yang dihasilkan oleh perusahaan dipasarkan dan dijual dengan
harga tertentu,
i.
Karena perolehan keuntungan pada tingkat tertentu didambakan tiap
perusahaan, prinsip efisiensi mutlak perlu mengidentifikasikan faktor-faktor
yang mungkin menjadi penyebab inefisiensi,
j.
Kiranya setiap orang yang berkecimpung dalam dunia bisnis mengetahui
bahwa untuk kepentingan pengendalian biaya peyusunan anggaran dan perencanaan
tingkat keuntungan yang diharapkan diraih oleh perusahaan, diperlukan suatu
sistem akunting yang handal.
Produksi, kegiatan operasional, dan
faktor-faktor teknis. Suatu organisasi dapat dikategorikan sebagai organisasi
yang dikelola dengan baik , apabila semua pihak yang terlibat dalam semua jenis
kegiatan organisasi, baik yang sifatnya manajerial, fungsional, administratif,
teknis dan operasional berpegang teguh pada prinsip efisiensi, efektivitas dan
produktivitas. Disoroti khusus dari
sudut pandang penciptaan profil organisasi, atau perusahaan, produksi sebagai
salah satu bidang fungsional kiranya amat penting mendapat perhatian khusus. Seperti
diketahui proses produksi yang efisien berkaitan erat dengan penyelenggaraan
berbagai kegiatan operasional yang sifatnya teknis. Itulah sebabnya ketiga hal
tersebut dibahas dalam "satu nafas." Telah dimaklumi pula bahwa penekanan pada proses produksi
yang efisien sangat penting karena sangat tinggi korelasinya dengan biaya yang
harus dipikul, harga penjualan produk dan perolehan keuntungan. Oleh karena
itulah penting mengidenitifikasikan dan melakukan analisis yang tepat mengenai
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses produksi tersebut.
Berbagai hal yang harus diperhitungkan
dalam penataan ruang dalam perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:
a.
Tata ruang di seluruh perusahaan harus menjamin kesehatan dan
keselamatan kerja;
b.
Tata ruang diupayakan supaya mmjadi tempat yang nyaman untuk berkarya,
yang berarti terjadinya peredaran udara segar dengan ventilasi yang cukup dan
terpeliharanya kebersihan;
c.
Ruangan ditata sedemikian rupa sehingga sesuai dengan sifat pekerjaan
dan aktivitas para karyawan yang menempatinya yang berarti akan terdapat
perbedaan penataan ruangan bagi para manajer, karyawan yang terlibat dalam
pelaksanaan tugas pokok -seperti produksi- karyawan yang tanggung jawabnya
menyelenggarakan kegiatan penunjang seperti kepegawaian dan kearsipan;
d.
Tata ruang dibuat dengan memperhitungkan akses bagi orang luar memasuki
ruangan tertentu karena perlu berinteraksi dengan orang-orang dalam, seperti
bagian keuangan, kasir, ekspedisi dan hubungan masyarakat;
e.
Kejelasan tentang ruangan-ruangan tertentu yang tidak boleh dimasuki
orang lain kecuali dengan izin khusus seperti laboritorium, ruang di mana
dilakukan kegiatan penelitian dan pengembangan;
f.
Tata ruang memperhitungkan gerak langkah karyawan dikaitkan dengan penggunaan
waktu.
Sumber daya manusia merupakan kenyataan
yang tidak dapat disangkal bahwa manusia merupakan unsur terpenting dalam
setiap organisasi, termasuk organisasi bisnis. Dikatakan demikian karena
sumber-sumber lain dalam orianisasi seperti modal, mesin, metode kerja, bahan,
pada dirinya adalah benda-benda mati yang hanya bermakna bagi organisasi
apabila digerakkan atau digunakan oleh manusia. Di samping itu hanya manusialah
yang mempunyai akal, daya nalar, harkat dan martabat. Manajemen sumber daya manusia
mutakhir menekankan betapa pentingnya "memanusiakan manusia di tempat
pekerjaannya”. Dengan memanusiakan manusia di tempat pekerjaan antara lain
berarti bahwa setiap manajer dalam suatu perusahaan mutlak perlu mengupayakan
agar terwujud perilaku positif di kalangan para bawahannya itu. Dengan perilaku
yang positif, manusia akan menjadi kekuatan pembangun organisasi yang handal.
Sebaliknya, dengan perilaku yang negatif, manusia dapat menjadi perusak yang
paling "efektif " bagi perusahaan.
Perihal struktur organisasi dan
menejemen, agar upaya yang dilakukan oleh perusahaan membuahkan hasil yang
diharapkan dalam bentuk penciptaan profil perusahaan yang tepat sekaligus
positif, berbagai segi manajemen umum perlu diidentifikasi dan dianalisis,
yaitu sesuai dengan beberapa hal sebagai berikut :
a.
Struktur organisasi,
b. Tidak dapat disangsikan bahwa
terdapat kaitan langsung antara profil yang ingin diciptakan di satu pihak dan
citra serta reputasi perusahaan di pihak lain,
c.
Citra manajemen puncak,
d.
Pengambilan keputusan,
e.
Pola komunikasi dalam perusahaan,
f.
Penerapan prinsip sinergi dan simbiosis,
g.
Perihal iklim kerja dan budaya organisasi,
Iklim kerja harus dilihat demi
penciptaan profil perusahaan yang positif, iklim kerja yang diharapkan
terwujudnya ialah yang terwujudnya ialah
yang mencerminkan:
a)
Strategi dan misi organisasi yang dapat dipertanggungiawabkan baik
secara moral maupun etika,
b)
Gaya manajerial yang menghargai harkat dan martabat manusia;
c)
Berflangsungnya hubungan interpersonal yang serasi
d)
Tersedianya kesempatan untuk mengekspresikan jati diri para anggota
organisasi;
e)
Adanya kesempatan bertumbuh dan berkembang dalam arti keterampilan,
mental intelektual dan emosionl;
f)
Terciptanya suasana saling mendukung antara semua komponen organisasi;
g)
Keterbukaan dalam penyelesaian konflik agar bersifat fungsional
h)
Dominasi rasa kekeluargaan dan bukan individualisme;
i) Situasi yang kondusif untuk berpikir
dan bertindak inovatif, kreatif dan proaktif,
j) Pemberian penghargaan atas kinerja yang
memuaskan dan dan ppengenaan sanksi yang objektif dan rasional bagi mereka yang
terpaksa dikenakan tindakan disipliner.
Empat jenis kegiatan penunjang yang
biasanya disoroti ialah pengadaan bahan, pemanfaatan teknologi, manajemen
sumber daya manusia dan infrastruktur perusahaan.
Pertama. Perihal pengadaan bahan. Telah
dimaklumi bahwa pada umumnya perusahaan yang hendak menghasilkan suatu produk
tertentu tidak menguasai sendiri bahan mentah atau bahan baku yang
diperlukannya. Berarti harus dicari melalui hubungan dengan pemasok yang
memiliki dan mau menjual bahan tersebut. Bahkan bukan hanya bahan mentah atau
bahan baku yang perlu disediakan, akan tetapi juga jasa tertentu, mesin
tertentu dan sebagainya. Lancar tidaknya proses produksi berlangsung sangat
ditentukan oteh tekat tidaknya langkah-langkah pengadaan berbagai bahan
tersebut diambil. Dengan perkataan lain, ketidaklancaran dalam proses pengadaan
akan dapat mengakibatkan terjadinya disrupsi dalam proses produksi yang bila
terjadi pasti berakibat pada tingkat efisiensi dan produktivitas yang rendah.
Kedua. Pemanfaatan teknologi. siapa pun
yang terlihat dalam meningkatkan etisiensi dan produktivitas kerja organisasi
yang menggunakannya. Analisis penggunaan teknologi yang tepat guna berarti
memberi arahan tentang apakah dalam proses produksi diperlukan penggunaan
teknologi canggih atau yang sederhana.
Ketiga. Manajemen sumber daya manusia.
Berangkat dari filsafat bahwa manusia merupakan unsur terpenting dan aset yang
paling berharga yang mungkin dimiliki oleh suatu perusahaan, sesungguhnya tidak
ada pilihan lain bagi manajemen perusahaan kecuali memperlakukan manusia
sebagai makhluk terhormat yang mempunyai harkat, martabat, harga diri, rasio,
nalar dan akal. Sasarannya ialah agar sumber daya manusia dalam perusahaan
menjadi kekuatan membangun yang ampuh dan dapat diandalkan. Seperti telah
disinggung di bagian lain dari buku ini, jika manajemen semata-mata ingin
meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, manajemen yang
bersangkutan cukup hanya memberikan perhatian pada pemanfaatan teknologi. Akan
tetapi profil yang benar menuntut agar perhatian pada pentingnya unsur manusia
tetap mmdapat tempat yang dominan. Itulah sebabnya pada pembahasan tentang
anelisis lingkungan ekstemal yang "dekat" di muka, pnulis membahas
secara panjang lebar seluruh langkah yang harus diambil dalam proses manajemen
sumber daya manusis.
Keempat. Infrastruktur perusahaan. Infrastruktur
suatu perusahaan dapat dikategorikan pada dua jenis, yaitu infrastruktur berupa
perangkat keras seperti gedung, perabot, kendaraan bermotor, mesin dan
lain-lain dan perangkat lunak seperti kegiatan penunjang tertentu termasuk
manajemen umum, akunting, hukum, keuangan, perencanaan stratejik dan lain
sebagainya.
Keunggulan Analisis Internal Perusahaan Sebagai Instrumen Menciptakan
Profil yang dikemukakan oleh kelompok :
Pada dasamya ada dua pendekatan yang
dapat digunakan dalam mengidentifikasikan dan menilai faktor-faktor internal
dimaksud yaitu: (a) pendekatan fungsi dan (b) pendekatan analisis rincian
operasional.
Pendekatan fungsi berupaya
mengidentifikasikan dan menilai faktor-faktor internal yang mencakup kemampuan
perusahaan, keterbatasannya dan ciri-cirinya yang biasanya dikategorisasikan
pada: (l) posisi pasar, (2) keuangan dan akunting, (3) produksi yang berarti
aspek teknis dan operasional (4) sumber daya manusia dan (5) struktur
organisasi dan manajemen.
Pendekatan analisis rincian
operasional, demi terciptanya profil perusahaan yang tepat memerlukan analisis
tentang rincian operasional yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Salah satu
sasaran penting dari analisis rincian operasional ialah agar para pengambil
keputusan stratejik dalam perusahaan sernakin mengenali kekuatan dan ke lemahan
perusahaan tersebut. Di samping itu,.
melalui analisis rincian operasional akan lebih terjamin bahwa setiap
langkah yang diambil secara operasional, berakibat pada "nilai
tambah" bagi perusahaan. Dalam melakukan rincian operasional, biasanya dua
hal yang menjadi sorotan perhatian ialah pelaksanaan kegiatan-kegiatan pokok
dan kegiatan-kegiatan penunjang, terutama yang sifatnya stratejik bagi
perusahaan yang bersangkutan.
Kelemahan Analisis Internal Perusahaan Sebagai Instrumen Menciptakan
Profil yang dikemukakan oleh kelompok :
Berbagai kelemahan yang mungkin
terdapat dalam diri perusahaan kelemahan itu dapat muncul dalam berbagai bentuk
seperti :
a.
Kelemahan manajerial,
b.
Kelemahan fungsional,
c.
Kelemahan operasional,
d.
Kelemahan strukturar,
e.
Kelemahan yang bersifat psikologis.
Komentar Penulis :
Makna seluruh pembahasan di muka
terletak pada pentingnya setiap perusahaan mengenali dengan tepat berbagai faktor
yang meniadi kekuatan dan kelemahannya. Suatu faktor dapat dikatakan merupakan
kekuatan apabila faktor tersebut merupakan suatu tingkat kompetensi tertentu
yang berakibat pada keunggulan kompetitif vis a vis para pesaingnya. Sebaliknya
yang dimaksud dengan faktor kelemahan ialah ketidakmampuan perusahaan metakukan
sesuatu dengan baik atau secara kompeten padahal diketahuinya bahwa pesaing
memiliki kemampuan tersebut.
Agar perusahaan mampu terus berhrmbuh
dan berkembang yang salah satu ramifikasinya ialah peningkatan kemampuannya
bersaing semua orang dalam perusahaan di bawah bimbingan dan arahan para
manajer stratejik mutlak perlu memiliki orientasi masa depan. Orientasi masa
depan akan berakibat pada sikap yang antisipatif dan proaktif. Sikap yang antisipatif
berarti kemampuan memperhitungkan perubahan pada faktor-faktor lingkungan
eksternal yang akan terjadi dan memahami kuat tidaknya dampak pembahan tersebut
terhadap segi-segi stratejik, kebijaksanaan dan pelaksanaan bebagai operasional
penrsahaan. Artinya sikap yang antisipatif membuat para manajer dalam
perusahaan menghadapi situasi dadakan. Sikap proaktif antara lain berarti bahwa
para manajer stratejik dalam perusahaan tidak hanya mampu mengantisipasi arah,
jenis dan bentuk perubahan yang akan terjadi, akan tetapi apabila mungkin turut
menentukan arah perubahan tersebut paling sedikit sepanjang menyangkut
perusahaan yang bersangkutan. Kesemuanya itu mutlak perlu karena salah satu
ciri dunia modern dewasa ini ialah terjadinya perubahan dengan sangat cepat,
berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai terobosan di bidng teknologi.
Kesemuanya itu diidentifikasikan, dikenali, dan dimmanfaatkan dalam penciptaan
profil perusahaan yang mendukung operasionalisasi strategi perusahaan yang
bersangkutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar